Ilustrasi Muizzah
Tanah kami dipancung
aku tidak dapat pulang, walau
sebagai pelancong
di pelantar, giliran kutunggu lama,
entah di penjuru dunia mana
aku harus berbaris sebagai warganegara
apa yang mereka temui, di sana
tidak ada sanak-saudara
berani bertentang mata
halaman kampungku,
bukan satu cerita jenaka
masih ada anak dan ibu
yang kucinta
apa khabar kalian, di Pyongyang?
di sini ada lampu
juga, kebebasan setiap malam
tetapi siang, sulit sekali mempercayai orang
setiap hari, aku membenci diri
kerana gagal setia pada keluarga
memilih hilangkan diri, dari pagar berduri
hingga perbatasan China
aku mungkin diberitahu, sudah mati
bahkan, di rumah sendiri
namaku harus disembunyi
apa khabar kalian, di Pyongyang?
di bawah terowong tanah, ditemui
kusentuh dingin basah, dinding batu
bau darah, dan degap sepatu
sedang menuju ke mari.
Fauzan Zain
Korean Demilitarized Zone (DMZ) – Seoul








