Oleh Shahril Anuar
Jemari kerunyut itu terketar menguis-nguis tubuh lembapku yang terkedang di atas aspal. Semalaman berembun, tiada siapa mempedulikan aku.
“Huh, comotnya!” Perempuan tua itu mencebir seraya menoleh sekeliling. Tampangnya tampak curiga. “Tapi, boleh cuci…” Dia terkernyih....