Oleh M. Emir
Ilustrasi Muizzah
Apakah kau mendengar / doa hujung tajam rumput ? / Yang menghitung tarikh mati / tatkala hijau darah/ mengalir ditusuk samurai tengkujuh / & adakah kau mendengar / suara anak burung / kecil & comel / dicurangi bunga / ia berkicau / “o iris biru. Kau tidak lagi. Mentaatiku.” Atau di sisi bunga yang hanyut / ia bersajak / “ o iris biru. Kau tidak lagi lunak, sayang. Dengan puisi-puisiku.” Apakah kau mendengar / seekor burung menjadi bangkai / ketika mata air matahari mengalir / laju seperti sungai / oh sungai cahaya /







