Oleh Angelo Taj
Ilustrasi Muizzah
kau menghilang, aku menghilang
kau tenggelam, aku menjadi bayang-bayang
apakah kita perlu berteka-teki
secawan api seperti tak mencukupi
menjadi seratus matahari
di sempadan yang telah kehilangan batas kemanusiaan
tangan manusia mana
yang memegang tukul undang-undang
menggantung hukuman untuk menghalal kekayaan
membakar tiap rumah si bekantan
hingga menjadi pelarian di kota buruan?
berkepul-kepul bau duit ladang baru
digulung senyum bak teh manis dan tembakau
tak kau tahu, selain langit diracun jerebu
ada pelatuk kehilangan kayu
ada rusa kematian anak
ada beruang kempunan madu
kau bakarlah lagi dan lagi, hingga tiada tersisa
hijau, hingga tiada berbaki nafas sang bumi
dan katakan saja amukan dewa api
kutulis jua dari abu hutanmu Kalimantan
puisi rakus manusia meratah hak Tuhan
menjadi air mata tiap penyair kerdil
dan pencinta pancasila
menjadi kebangkitan generasi keamanan
melawan kebobrokan
dan penguasa yang tidur di meja kantor
akan dikurung dalam sangkar besi keadilan.







