Oleh Istajib Mokhtar
Ilustrasi Muizzah
"dapatkah? kau mengerti
di sela keistimewaan ada kejam, hilang dan sunyi"
Warkah dan waktu
sudah terhenti dikirimkan semesta
semenjak musim yang lalu
setelah memiliki segala kudrat - tersendiri
memanjat dan melompat
dari satu menara ke satu pencakar langit tertinggi
mengapa? harus berakhir di alang keluli – bersendiri.
Cinta dan lupa
sering bertukar-tukar roh dan wajah
persis tingkap-tingkap kaca di kota metropolis
penuh bayangan yang pecah
dan pertaruhan yang berat sebelah
kekuasaan hanyalah sebuah episod keterbatasan
daya melindungi kota
tak berkongsi upaya melindungi cinta
bukankah? pencarian kebenaran
akan bertemu dahulu dengan kesilapan.
Mimpi dan memori
usah sesekali dibiar bermutasi
jadi sesuatu yang menyeranghendap kepala
dan menggelap mata hati
kekuatan hakiki
bukan inhibitor mengawal telepati dan airmata
kesatriaan sejati
bukan tersarung pada merahnya topeng araknida
lupakah? hidup harus bergantung penuh pada percaya
bukan tergantung pada rapuh dan reput
jaring al-ankabut.
"dan apa yang pasti
kau masih belum dapat mengerti"







