BUDAYA

Ditikam ilusi

20 Okt 2020, 12:54 PM
Ditikam ilusi

Kita ini bagai karya

di dinding galeri alam

ada waktunya, api menjadi nanar

tangan -tangan fitnah hidup kembali

sewaktu rembulan menjadi buta

dan matahari turun ke dalam jiwa.

Bila usia merdeka dinafirikan

telinga momentum dikupas

dimensi menjadi kotak

dan roh menjadi bunga.

Siapa lagi yang berani

memuntahkan dendam ke dalam kaca

lalu dihirup oleh warga

yang cemerlang bersandiwara.

Jerit menjerit dalam diam yang bisu

rohanipun terbenam

dan lihatlah, otak menjadi gaung

mengalir sampah hayat

bersama lintah yang miskin

dari sungai nasib

ke laut takdir.

Inikah karya kita,

tanpa nama tetapi merbahaya

sesekali menikam

jantung bahagia.

 

Solihin Osman