pagi itu, alam bersila di warung kami:
matahari menggantung jubah di rak kayu,
angin menggoncang dahan,
gunung menaruh bayangnya di meja.
manusia datang dengan gigil:
"kalian algojo!
matahari membakar janji.
angin merobek doa kami.
gunung menenggelamkan jerit bumi."
alam bersila:
matahari tunduk, menyuap bahangnya,
angin menghela nafas, menelan asap,
gunung mengunyah diam yang pahit.
sidang usai dalam debu.
kopi membekas di meja,
dan tertulis:
"Kami hanyalah cermin yang pecah---
oleh batu dalam genggamanmu."
Ghazali Sulong


